In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow
Halaman

Pemenang Lomba Macapat Putra Dan Putri

altDinas Pendidikan - Penutupan lomba Geguritan, Macapat dan Sesorah telak dilaksanakan Tim juri memutuskan juara yang akan  melestarikan seni budaya bangsa demi mempertahankan jatidiri bangsa  . Belajar bahasa Jawa sesungguhnya juga belajar nilai-nilai dan filsafatnya. Siswa SMA adalah bagian penting dari bangsa ini yang wajib meneruskan cita cita bangsa untuk senantiasa menjaga keutuhan negeri baik keluasan wilayah keunggulan karakternya maupun keindahan seni budaya melalui lomba muatan lokal  ini dapat memperluas jiwa dan meningkatkan budi pekerti luhur serta memperkuat karakter .

Bapak DRs. Bmbang Supriyono, MPd Kasi  Kurikulum Dikmen menyampaikan bagi pemenang akan mendapat, Piala, Piagam dan Uang Pembinaan  : Juara I Rp. 6.000.000,- Juara II. Rp. 5.000.000,- Juara III. Rp.,4.000.000,- Juara Harap I Rp. 3.000.000,-Harapan II. Rp. 2.000.000,- dan Harapan III Rp. 1.000.000,- (skm/bptik)

Last Updated on Wednesday, 26 November 2014 09:35

Upacara HUT PGRI Ke 69 Jawa Tengah

altDinas Pendidikan - Selasa 25 2914 Setelah upacara dibubarkan, Gubernur Jateng Ganjar Pranoowo, SH memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi dan guru. langsung diserbu ratusan siswa yang sebelumnya berbaris rapi. Seolah tidak mau kalah, para guru pun ikut bergabung untuk foto bersama Ganjar dan murid-muridnya.

Kemanapun Ganjar berjalan, kerumunan murid dan guru pun silih berganti meminta foto. Ganjar yang terus tersenyum itu bahkan mengatur gaya agar foto terlihat rapi. "Ayo, ayo yang depan jongkok. Jongkok itu bahasa Jawanya ndodhok," kata Ganjar. Sesi foto berlanjut hampir 30 menit, bahkan ketika Ganjar hendak memasuki gedung kantornya, rombongan murid dan guru sudah menghadang. Agar teratur, Ganjar meminta agar foto dilakukan dengan duduk di tangga seperti saat dia foto bersama dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor kemarin. "Sini-sini, kayak pak Jokowi, kita foto duduk di tangga," ujarnya. Sementara itu menanggapi soal hari guru, Ganjar mengatakan saat ini memang kesejahteraan guru belum diberikan secara baik. Sekarang bukan waktunya mengeluh, namun berjuang bersama mencerdaskan generasi muda.

"Guru jadi tulang punggung dan dia tidak sendirian, maka banyak bantuan masyarakat diharapkan. Sambutan tadi bukan sambutan, tapi surat untuk ibu bapak guru. Diakui dengan baik kita belum bisa mensejahterakan, iya, fungsi mencerdaskan iya, tapi sekarang kondisi ini tidak ada tempat mengeluh, harus mencerdaskan," tegasnya. Dia menyatakan tidak keberatan jika Presiden menetapkan moratorium bagi PNS lain. Namun untuk guru dan tenaga kesehatan harus tetap buka. ”Jangan ditutup dulu, justru harus ditambah,” tandasnya. Sebelumnya, dalam amanat pembina upacara, Ganjar membacakan sambutan Menteri Pendidikan Anies Baswedan.

Sambutan berjudul ”Surat untuk Ibu Bapak Guru” itu diakuinya sebagai sambutan terbaik yang pernah dia baca. Setelah upacara, Gubernur menyerahkan penghargaan dan bantuan untuk enam siswa berprestasi, peraih medali emas olimpiade nasional dan internasional asal Jateng.

Penghargaan juga diberikan pada empat guru berprestasi, peraih medali emas guru tingkat nasional. Selain itu, dia juga menyerahkan bantuan mesin mobil untuk peralatan praktik otomotif dari PTAstra Isuzu Motor Indonesia kepada SMK 2 Klaten. Selain itu, mesin pencampur cat mobil dari PT Pacific Paint Indonesia untuk sejumlah SMK negeri. (skm/bptikp)

Last Updated on Wednesday, 26 November 2014 09:33

Kepala Dinas Pendidikan Jateng Pembinaan Nasionalisme dan Karakter Bangsa bagi Mahasiswa Harus Diperkuat

altDinas Pendidikan - Kompleksitas permasalahan yang dihadapai bangsa ini baik masalah ekonomi, sosial, politik, budaya,konflik etnis dan budaya serta agama memicu timbulnya krisis0krisis nasional yaitu krisis identitas, krisis karakter, krisis ideologi. Ketiga krisis ini akan berkembang menjadi krisis kepercayaan yang dalam skala luas akan melemahkan sendi-sendi kehidupan bangsa, merusak mentalitas bangsa dan mengancam integritas bangsa dan kelangsungan NKRI. Oleh karena itu, dalam rangka memperkuat karakter bangsa diperlukan pembinaan nasionalisme dan karakter bangsa  serta sosialisasi konsensus kebangsaan kepada segenap elemen bangsa. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Seksi Dikmas Bidang PNFPT, Drs. Jukri, M.Pd. saat menutup kegiatan Kemah Kebangsaan Mahasiswa di lapangan Yon Zipur 4/TK, Banyubiru Ambarawa (25/11,2014).

Lebih lanjut dikatakan pembinaan jiwa nasionalisme dan karakter bangsa kepada para mahasiswa khususnya dapat diintegrasikan dengan berbagai kegiatan dan Kemah Kebangsaan Mahasiswa merupakan salah satu kegiatan pembinaan jiwa nasionalisme dan karakter bangsa yang efektif dan efisien.  “Kami berharap melalui Kemah Kebangsaan ini para Mahasiswa dapat tertanam nilai-nilai kesadaran berbangsa dan bernegara, cinta tanah air, rela berkorban, meyakini Pancasila sebagai Pandangan hidup dan kemampuan awal belanegara untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari”. Ungkapnya.

Sementara Kasi Fasilitasi Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Jateng, Suprapro, S.Sos,M.Si, melaporakan dalam Kemah Kebangsaan yang diikuti 700 mahasiswa dan 70 pendamping dari 35 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Jawa Tengah tersebut juga telah diselenggarakan berbagai lomba, yang muaranya adalah penanaman nilai-nilai kejuangan, patriotisme, kebersamaan, kegotongroyongan, disiplin, toleransi, kepedulian sosial dan lain sebagainya.Adapun para pemenang lomba untuk juara 1, 2 dan 3, disamping mendapatkan sertifikat dan tropy juga mendapatkan uang pembinaan sebesar 7,5 juta rupiah untuk juara 1 dan 6,5 juta untuk juara 2 serta 5 juta rupiah untuk juara ke 3.

Adapaun para juara antara lain, Lomba Pentas Budaya juara I Akper Giri Satria Husada Wonogiri, Juara II Politeknik Negeri Semarang dan Juara III Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Lomba Orientering Nasionalisme, juara I Universitas Muhammadiyah Surakarta,juara II Universitas Muhammdiyah Purworejo dan juara III universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman. Lomba PBB, juara I, IAIN Walisongo Semarang, juara II STAIN Salatiga, Juara III Politeknik Negeri Semarang. Lomba Rembuk Kebangsaan Bahasa Jawa, juara I Universitas Semarang,juara II Universitas Negeri Semarang dan juara III UNSIQ Wonosobo. Lomba Penulisan Esai, juara I Universitas Negeri Semarang, juara II Universitas IKIP PGRI dan juara III Universitas Diponegoro Semarang. Festifal Permainan Tradisional, juara I Universitas Katholik Soegiyopranoto Semarang, juara II Akper Giri Satria Husada Wonogiri dan juara III Universitas Muria Kudus.

Last Updated on Wednesday, 26 November 2014 09:32 Lanjutan...

Artikel selanjutnya...

Page 1 of 173

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Joomlart

Portal Nasional