In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow
Halaman

SEKRETARIAT

Surat untuk Ibu dan Bapak Guru

Print

Surat untuk Ibu dan Bapak Guru dari Mendikbud dapat diunduh di http://bit.do/hgn2014

Galeri Jambore Nasionalisme dan Ekstrakurikuler Kepramukaan Jateng 2014

Print

Jambore Nasionalisme dan Ekstrakurikuler Kepramukaan Program Pembinaan Nasionalisme dan Karakter Bangsa Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 dilaksanakan pada tanggal 21 – 23 November 2014 di Batalyon Armed 3  Kota Magelang. Kegiatan jambore ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Drs. Nur Hadi Amiyanto, M.Ed. Pada jambore kali ini diikuti oleh 35 kabupaten/kota, yang mana setiap kabupaten/kota mengirimkan 25 siswa yang terdiri dari siswa SMP dan SMA/SMK. Untuk melihat kegiatan pembukaan Jambore Nasionalisme dan Ekstrakurikuler Kepramukaan silahkan klik di sini.

Last Updated on Sunday, 23 November 2014 17:15

Gerakan Cabut Paku

Print

 

 

 

 

 

 

 

Penyuluhan HIV AIDS dan NARKOBA

Print

Bertempat di Aula Gedung Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, (5/11), lebih dari 200 siswa dan siswi SD dan SMP di Jawa Tengah sedang mengikuti penyuluhan tentang Pencegahan HIV AIDS dan Narkoba. Penyuluhan HIV AIDS dan Narkoba di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah ini, merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Direktorat  Pendidikan Dasar, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dari 5 Kota di Indonesia. 

Tujuannya untuk mengenalkan tentang HIV AIDS dan Narkoba kepada para siswa dan siswi sebagai generasi muda bangsa, dengan maksud setelah mereka mengenal dan memahami tentang apa itu HIV AIDS dan Narkoba dan bagaimana resikonya jika orang telah terkena penyakit tersebut, maka diharapkan para siswa dan siwi bisa terhindar dan menjahauinya dari penyakit HIV AIDS dan Narkoba.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Umum Ditjen Dikdas Kemendikbud RI,  Negas Siregar, M.Si. mewakili Direktur Jendral Pendidikan Dasar yang tidak bisa hadir dalam acara tersebut.

Negas juga menceritakan bahwa beberapa hari lalu, di Surabaya telah terjadi kasus anak baru lahir sudah terkenan penyakit HIV AIDS, sebagai akibat karena Ibundanya telah terkena HIV AIDS.  Anak yang belum tahu hitam putihnya dunia, belum kenal tentang dosa, sudah harus menanggung beban penyakit yang sulit diobati. Itu sebabnya, kepada para peserta penyuluhan , Negas meminta agar antusias dan sungguh-sungguh  dalam mengikuti kegiatan dimaksud, agar tahu betul tentang bahaya HIV AIDS dan bahaya penggunaan narkoba bagi generasi muda penerus bangsa.

Jauhi Narkoba dan HIV AIDS

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Drs. Nur Hadi Amiyanto, M.Ed, sesaat sebelum membuka secara resmi Penyuluhan  Pencegahan HIV AIDS dan Narkoba mengatakan penyuluhan ini merupakan langkah strategis, karena peneyakit HIV AIDS dan Narkoba yang merupakan saudara kembar itu sampai sekarang masih sulit diberantas, sehingga   bagi para siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SD dan SMP khususnya perlu dikenalkan, untuk kemudian bisa menjahui barang haram itu.

“Tahun 2014 ini sudah hampir 40 % usia sekolah dan usia produktif yaitu antara  12 sampai 29 tahun terkena penyakit mematikan itu yaitu HIV AIDS dan narkoba, sehingga  kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan” ungkapnya sambil  menjelaskan kalau seseorang sudah terkenan Narkoba misalnya, maka seluruh sarafnya sudah rusak, mereka akan ketagihan dan kondisi ini sudah sangat mengkahawatirkan.

Nur Hadi juga meminta agar selepas kegiatan ini, para siswa bisa menularkan ilmunya kepada teman-teman  di sekolahnya masing-masing. “Ini cara yang paling efektif dan efisien untuk mensosialisasikan masalah HIV AIDS dan Narkoba kepada para siswa dan siswi di sekolah”, ujarnya  sambil meyakini bahwa para siswa dan siswi SD/SMP di Jawa Tengah sudah ada yang tahu dan kenal apa itu HIV AIDS dan Narkoba.  Itu sebabnya, ia mencoaba untuk bertanya kepada para siswa dan siswi yang hadir tentang kepanjangan Narkoba dan HIV AIDS.

Ada lima anak yang berani mengacungkan diri untuk maju ke depan dan menjawab pertanyaan Kepala Dinas Pendidikan tersebut, dan dua diantaranya bisa menjawab dengan benar, yang lainnya bisa menjawab tetapi jawabannya kurang tepat.  “Saya sampaikan terima kasih kepada anak-anakku semuanya, karena sosialisasi belum dimulai, anak-anakku sudah tahu dan mengenal apa itu HIV AIDS dan Narkoba. Ini menandakan bahwa anak-anakku telah paham dan insya Allah ini menjadi bekal yang positif bagi anak-anakku  di masa mendatang”, harapnya sambil memberikan hadiah  masing-masing Rp. 100.000,- bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan benar  dan Rp. 50.000, bagi mereka yang menjawab  kurang tepat.


Foto : para siswa-siswi beserta para pendamping mereka, saat mengikuti Penyuluhan HIV AIDS dan Narkoba di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Jateng.


Foto : Kadinas memberikan hadiah bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan sesaat sebelum menyampaikan sambutan.

Computer Based Test

Print

Alamat situs ujicoba ujian online : http://minites.puspendik.org

Sumber : Bp. Beni dan Bp. Yoyok, pembicara dari Pusat Penilaian Pendidikan pada acara Diseminasi/Sosialisasi Hasil Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2013/2014.

Page 1 of 30

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Joomlart

Portal Nasional