In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow
Halaman

Pejabat Dilarang Masuk Ruangan

Print
SUARAMERDEKA.COM (23/4/2008) : KEBUMEN - Sebanyak 13.934 siswa tingkat SMA/MA/SMK di Kebumen, selama tiga hari dimulai 22-24 April akan berjuang mengikuti Ujian Nasional (UN). Agar tidak mengganggu konsentrasi peserta UN pada pelaksanaan tahun ini terdapat aturan baru yang diterapkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Aturan tersebut adalah semua pihak selain peserta UN dan guru pengawas  dilarang masuk ruangan. Aturan tersebut juga berlaku bagi pejabat yang meninjau pelaksanaan ujian agar tidak masuk ruangan.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kebumen Drs Maryono membenarkan aturan baru tersebut. Ia menjelaskan, sesuai instruksi BSNP, selain peserta UN dan guru pengawas, tidak ada satupun pihak yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan Unas.

Aturan tersebut kata dia,  mengikat kepada siapa saja, termasuk gubernur, bupati atau wali kota, Ketua DPRD, Kapolres atau Kapolda, Tim Pemantau Independen (TPI), Kepala Dinas Pendidikan, maupun wartawan. Hal itu bertujuan, agar peserta dapat mengerjakan soal dengan nyaman dan konsentrasi.

”Kalau terlalu banyak di dalam ruangan, bisa mengganggu konsentrasi siswa,” ucapnya pejabat yang meninjau juga dilarang masuk, melainkan hanya bisa dilakukan di luar ruangan.

Imbauan

Selain  diberitahukan secara lisan, imbauan itu juga dipasangkan pada setiap pintu masuk ruangan. Tulisan larangan dari BSNP ini ternyata ditulis dan dikirim bersama berkas soal UN SLTA yang sudah diterima Dinas P dan K Kebumen, Minggu (20/4).

Imbauan itu rencananya akan digandakan untuk disebar ke semua sekolah yang mengadakan UN, dari tingkat SDñSMA. Sementara itu, naskah soal untuk tingkat SMA/MA/SMK/SMALB, kemarin telah didistribusikan ke masing-masing Sub rayon penyelenggara ujian. Seluruhnya terdapat loma sub rayon, untuk SMA dua  rayon, MA satu  rayon dan SMK dua  rayon,” jelasnya sembari menyebutkan guna menjaga keamanan naskah soal UN dari kemungkinan bocor, Dinas P dan K Kebumen menggandeng pihak kepolisian dalam pendistribusiannya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemantau Independen (TPI) UN, Yulianto SKom menyampaikan, dari  hasil pantauan yang dilakukan belum ditemukan pelanggaran-pelanggaran dalam pendistribusian soal. Pihaknya juga tidak menemukan adanya soal yang rusak atau sobek. ”Kami terus memantau pelaksanaannya sampai selesai,” kata Yulianto kepada Suara Merdeka, kemarin.(J19-64)
Joomlart

Portal Nasional