In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow
Halaman

Kepala Dinas Pendidikan Jateng Pembinaan Nasionalisme dan Karakter Bangsa bagi Mahasiswa Harus Diperkuat

altDinas Pendidikan - Kompleksitas permasalahan yang dihadapai bangsa ini baik masalah ekonomi, sosial, politik, budaya,konflik etnis dan budaya serta agama memicu timbulnya krisis0krisis nasional yaitu krisis identitas, krisis karakter, krisis ideologi. Ketiga krisis ini akan berkembang menjadi krisis kepercayaan yang dalam skala luas akan melemahkan sendi-sendi kehidupan bangsa, merusak mentalitas bangsa dan mengancam integritas bangsa dan kelangsungan NKRI. Oleh karena itu, dalam rangka memperkuat karakter bangsa diperlukan pembinaan nasionalisme dan karakter bangsa  serta sosialisasi konsensus kebangsaan kepada segenap elemen bangsa. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Seksi Dikmas Bidang PNFPT, Drs. Jukri, M.Pd. saat menutup kegiatan Kemah Kebangsaan Mahasiswa di lapangan Yon Zipur 4/TK, Banyubiru Ambarawa (25/11,2014).

Lebih lanjut dikatakan pembinaan jiwa nasionalisme dan karakter bangsa kepada para mahasiswa khususnya dapat diintegrasikan dengan berbagai kegiatan dan Kemah Kebangsaan Mahasiswa merupakan salah satu kegiatan pembinaan jiwa nasionalisme dan karakter bangsa yang efektif dan efisien.  “Kami berharap melalui Kemah Kebangsaan ini para Mahasiswa dapat tertanam nilai-nilai kesadaran berbangsa dan bernegara, cinta tanah air, rela berkorban, meyakini Pancasila sebagai Pandangan hidup dan kemampuan awal belanegara untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari”. Ungkapnya.

Sementara Kasi Fasilitasi Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Jateng, Suprapro, S.Sos,M.Si, melaporakan dalam Kemah Kebangsaan yang diikuti 700 mahasiswa dan 70 pendamping dari 35 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Jawa Tengah tersebut juga telah diselenggarakan berbagai lomba, yang muaranya adalah penanaman nilai-nilai kejuangan, patriotisme, kebersamaan, kegotongroyongan, disiplin, toleransi, kepedulian sosial dan lain sebagainya.Adapun para pemenang lomba untuk juara 1, 2 dan 3, disamping mendapatkan sertifikat dan tropy juga mendapatkan uang pembinaan sebesar 7,5 juta rupiah untuk juara 1 dan 6,5 juta untuk juara 2 serta 5 juta rupiah untuk juara ke 3.

Adapaun para juara antara lain, Lomba Pentas Budaya juara I Akper Giri Satria Husada Wonogiri, Juara II Politeknik Negeri Semarang dan Juara III Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Lomba Orientering Nasionalisme, juara I Universitas Muhammadiyah Surakarta,juara II Universitas Muhammdiyah Purworejo dan juara III universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman. Lomba PBB, juara I, IAIN Walisongo Semarang, juara II STAIN Salatiga, Juara III Politeknik Negeri Semarang. Lomba Rembuk Kebangsaan Bahasa Jawa, juara I Universitas Semarang,juara II Universitas Negeri Semarang dan juara III UNSIQ Wonosobo. Lomba Penulisan Esai, juara I Universitas Negeri Semarang, juara II Universitas IKIP PGRI dan juara III Universitas Diponegoro Semarang. Festifal Permainan Tradisional, juara I Universitas Katholik Soegiyopranoto Semarang, juara II Akper Giri Satria Husada Wonogiri dan juara III Universitas Muria Kudus.

Last Updated on Wednesday, 26 November 2014 09:32 Lanjutan...

Surat untuk Ibu dan Bapak Guru

Surat untuk Ibu dan Bapak Guru dari Mendikbud dapat diunduh di http://bit.do/hgn2014

Ziarah Nasional Dan Tabur Bunga Di Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang Hari Guru, KORPRI Dan HUT PGRI Tahun 2014

altDinas Pendidikan - Jawa Tengah , Wakil Gubernur Drs. H .Heru Sudjatmoko, M.Si  memimpin upacara Ziarah ke Makan Giri Tunggal Semarang Jawa dalam rangakaian peringatan Hari Korpri ke 43 dan hari Guru Nasional ke dan HUT PGRI ke 69 Tahun 2014 , Senin (24/11), bersama Ka Dinas Pendidikan Dra. Nurhadi Amiyanto.M.Ed  dan PGRI Jawa Tengah Widadi, SH  untuk menabur bunga. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kangdam Diponegara, Bpk Sekertaris Daerah Jawa Tengah, serta berbagai undangan lainya. Wakil Gubernur saat mencatan pesan-pesan dibuku tamu

menyatakan bahwa sejarah bangsa dan negara Indonesia mencatat, perjuangkan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan dan kesatuan yang kuat.

"Komitmen para pejuang pendiri bangsa dan para pahlawan untuk mempersatukan bangsa ini melahirkan sikap pahlawan kesetiakawanan sosial,

sikap kepahlawanan merupakan sebuah perwujudan tindakan dan pengorbanan yang penuh militansi. Sikap kesetiakawanan sosial adalah perwujudan dari kepekaan sosial atau batin.

Karena itu seharusnya memaknai semua itu bukan hanya sekedar ungkapan saja, tetapi harus dijadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia masa kini dan mendatang.

Kegiatan itu juga sebagai bentuk perhatian untuk mengenang para pahlawan yang dianggap telah berjasa pada negeri ini. (skm/bptikp)

Last Updated on Monday, 24 November 2014 14:25

Page 2 of 173

Joomlart

Portal Nasional