Membangun Kemandirian Belajar Peserta Didik Melalui Metode Pembelajaran Discovery Learning

SEMARANG – Bagi Peserta Didik Kelas XI yang baru memasuki materi teknik sesuai kompetensi keahlian nya, belum memahami sepenuhnya mengenai pengetahuan dan keterampilan khususnya pada teknik kendaraan ringan, Guru menerapkan proses pembelajaran discovery learning yang bertujuan agar Peserta Didik dapat meningkatkan keterampilan berfikir yang lebih aktif, kreatif dan membangun sikap percaya diri dalam proses pembelajaran. Belajar discovery learning menuntut kemandirian, kepercayaan kepada diri sendiri, dan kebiasaan bertindak sebagai subjek.

Penulis merupakan Guru Mata Pelajaran Teknik Kendaraan Ringan Kelas XI TKR pada elemen Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga. Pada semester genap dengan materi Pemeliharaan Poros Propeller Kendaraan Ringan, Guru mengajak Peserta Didik melalui pembelajaran dengan metode discovery learning.

Jean Piaget, menyatakan bahwa anak-anak belajar melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan mereka. Konsepnya tentang “assimilation” dan “akomodasi” menunjukkan pentingnya pembelajaran penemuan di mana Peserta Didik membangun pemahaman mereka sendiri melalui eksplorasi aktif. Sementara, Jerome Bruner menekankan pentingnya pembelajaran aktif, eksplorasi, dan penemuan sebagai cara efektif untuk memahami konsep-konsep abstrak. Ia juga dikenal dengan konsep “scaffolding” atau bantuan bertahap untuk membantu Peserta Didik mencapai pemahaman yang lebih tinggi.

Berdasarkan pendapat dua tokoh tersebut di atas, maka Penulis diawal pembelajaran pada materi pemeliharaan poros propeller menggunakan metode discovery learning, Dimana Peserta Didik terlebih dahulu dapat memahami konsep, arti, dan hubungan poros propeller terhadap kinerja komponen bidang lain melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan.

Berikut adalah langkah-langkah penerapan pembelajaran discovery learning pada materi poros propeller:

  1. Pendahuluan atau Pematangan: (a) Guru memulai dengan merangsang minat Peserta Didik terhadap fungsi dan proses kerja poros propeller pada kendaraan ringan dengan tayangan video; (b) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan relevansi poros propeller dengan kehidupan sehari-hari Peserta Didik; (c) Guru mengidentifikasi pengetahuan awal Peserta Didik tentang poros propeller.
  1. Perencanaan Pengalaman Pembelajaran: (a) Guru mengidentifikasi konsep atau keterampilan yang ingin dicapai pada materi poros propeller; (b) Guru merancang situasi atau aktivitas yang akan mendorong Peserta Didik untuk menemukan atau memahami konsep kerja poros propeller; (c) Guru menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan Peserta Didik.
  2. Pendampingan dan Bimbingan: (a) Guru memberikan bantuan atau bimbingan awal kepada Peserta Didik jika diperlukan, untuk memberikan pemahaman dasar tentang fungsi dan proses kerja poros propeller; (b) Pastikan bahwa instruksi awal memberikan kerangka kerja atau petunjuk yang cukup untuk memandu eksplorasi Peserta Didik.
  3. Eksplorasi dan Penemuan: (a) Guru membiarkan Peserta Didik menjelajahi materi pelajaran melalui aktivitas diskusi, percobaan, atau proyek, dengan berbagai sumber baik dari buku, internet, maupun sumber lain yang mudah dijangkau; (b) Guru mendorong Peserta Didik untuk mengajukan pertanyaan, mengidentifikasi fungsi dan cara kerja, dan membuat pengamatan sendiri.
  4. Refleksi dan Diskusi: (a) Setelah eksplorasi, Guru memfasilitasi sesi refleksi di mana Peserta Didik berbagi pengalaman dan temuan mereka; (b) Guru menggunakan pertanyaan pemandu untuk merangsang pemikiran kritis dan memastikan pemahaman yang mendalam tentang fungsi dan cara kerja poros propeller.
  5. Pembentukan Konsep: (a) Guru membantu Peserta Didik menyusun temuan mereka menjadi konsep atau prinsip yang lebih abstrak tentang fungsi dan cara kerja poros propeller; (b) Guru membantu Peserta Didik membuat koneksi antara konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya.
  6. Penerapan dan Transfer: (a) Guru memfasilitasi aplikasi konsep dalam konteks yang berbeda atau situasi nyata; (b) Guru mendorong Peserta Didik untuk merenung bagaimana konsep kerja dan fungsi tentang poros propeller tersebut dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau konteks lain.
  7. Evaluasi Formatif: (a) Guru melakukan evaluasi formatif untuk memantau pemahaman Peserta Didik selama proses pembelajaran; (b) Guru menggunakan umpan balik untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian tambahan.
  8. Penutup: (a) Guru merekapitulasi pembelajaran dan penemuan yang telah dilakukan; (b) Guru mendiskusikan implikasi konsep baru terhadap pemahaman Peserta Didik.
  9. Refleksi Akhir: (a) Guru mengajak Peserta Didik merenung tentang pengalaman dan perkembangan pemahaman Peserta Didik; (b) Guru mendiskusikan bagaimana pembelajaran ini dapat dihubungkan dengan pembelajaran pada materi berikutnya

Dalam menerapkan proses pembelajaran dengan discovery learning, Guru akan terus memberikan pendampingan kepada seluruh Peserta Didik hingga sampai kepada suatu kesimpulan tentang fungsi, komponen, dan proses kerja dari poros propeller kendaraan ringan.

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

 

Penulis: Arimurti Asmoro, S.Pd., M.Pd., Guru Produktif Teknik Kendaraan Ringan

Loading

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments